Saturday, April 21, 2012

KESEHATAN REPRODUKSI

KESEHATAN REPRODUKSI 1. Kasus Seorang mahasiswi hamil 2 bulan, ingin menggugurkan kandungan. Sudah minum jamu 32 butir yang dibelikan oleh sang pacar yang juga mahasiswa, tapi janin juga tidak gugur. Mereka berbeda agama. 2. Rumusan Masalah • Apa saja faktor penyebabnya? • Apa saja resiko yang akan terjadi terhadap bayi dan orang tua bayi tersebut? 3. Pembahasan Faktor penyebab terjadinya masalah tersebut : a. Internal • Terlalu Banyak Waktu yang Terbuang Sekiranya waktu luang golongan belia terbatas, mereka akan rasa kurang berminat pada kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Pengisian waktu luang yang kurang terarah, akan mendesak remaja untuk melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat seperti perbuatan negatif. • Jiwa yang Masih Labil Meskipun mahasiswa termasuk dalam kategori remaja lanjut, namun tidak menjamin bahwa mereka sudah dapat berpikir secara matang dalam setiap tingkah lakunya. • Kurangnya Pengetahuan Banyak remaja kurang memahami akibat dari perbuatan yang mereka lakukan, mereka hanya mencari kepuasan dan kesenangan sesaat. Hingga akhirnya mereka terjerumus kedalam jurang kemaksiatan, contohnya adalah pergaulan bebas. • Rasa keingintahuan yang Tinggi manusia mempunyai sifat ingin tahu terhadap sesuatu yang baru dan trendy, yakni bukan dari budaya ketimuran. Tidak mustahil kita dapat terpengaruh dan mengikut aliran barat, terutama golongan kalangan remaja. Contohnya seperti mewarnakan rambut, memakai anting-anting atau tattoo bahkan sampai kepada hal-hal yang sangat berbahaya seperti pengambilan minuman keras dan pergaulan bebas yang boleh menjurus kepada masalah–masalah gejala sosial yang lebih serius. Mungkin sebagian orang menganggap ini merupakan satu fenomena yang biasa, namun di negara yang masih berpegang teguh pada falsafah Islam seperti Indonesia, hal ini merupakan salah satu masalah yang sangat berbahaya dan perlu dihindari. • Cara Berpakaian Jika kita perhatikan pakaian sebagian generasi muda di masa ini cukup memalukan. Cara berpakaian mereka bertentangan dengan cara pakaian budaya timur sekaligus bertentangan dengan cara berpakaian dalam syariat Islam. Mereka begitu antusias untuk mengikut budaya asing yang dianggap modern dan maju. Mereka takut dan terlalu ego untuk dikatakan ketinggalan zaman, kuno, dan berfikiran sempit. • Tipisnya Iman dan Pengetahuan Agama Tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh tingkat iman dan pengetahuan agama yang dimilikinya. Jika iman seseorang itu lemah, maka orang tersebut akan mudah terjerumus kedalam jurang kemaksiatan. Sebaliknya jika iman seseorang itu kuat, maka orang tersebut tidak akan mudah terjerumus kedalam jurang maksiat. b. Eksternal • Internet Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) juga turut menyumbang kepada pemaparan gejala-gejala negatif selain peranannya yang begitu penting bagi kemajuan sesebuah bangsa dan negara. Melalui internet umpamanya, masyarakat yang berfikiran kurang sehat dengan mudahnya boleh akses kepada maklumat-maklumat yang boleh menjurus ke arah pemikiran negatif. • Institusi Kekeluargaan Yang Goyah Institusi kekeluargaan yang bermasalah juga menjadi pemicu timbulnya gejala sosial. Orang tua seharusnya mendidik anak-anak mereka dari kecil. Orang tua yang terlalu sibuk bekerja, menyebabkan anak-anak mereka kurang mendapat kasih sayang dan tidak mustahil mereka akan mencari alternatif lain untuk mengisi kekosongan kasih sayang. Selain daripada itu, rumah tangga yang tidak harmonis, seperti perceraian dan kekerasan (KDRT) turut mempengaruhi remaja untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang tidak baik. • Dunia Cinta Remaja Memang wajar, perasaan ingin berpasangan semakin memuncak ketika berada di alam remaja. Tetapi sekiranya perasaan ini tidak dikekang, sudah tentu ini akan menimbulkan gejala - gejala sosial seperti pergaulan bebas, anak diluar nikah, zina dan sebagainya. Cinta itu fitrah, justru orang yang tidak percaya akan cinta merupakan golongan manusia yang rugi. Islam sendiri menggalakkan umatnya saling kenal mengenali antara satu sama lain tanpa membedakan jenis kelamin, bangsa dan agama. 4. Solusi a) Adanya keterbukaan dikedua belah pihak. Kedua belah pihak harus membicarakan solusi terbaik dengan kepala dingin, bahwa apa yang mereka lakukan (pergaulan bebas) itu sudah salah, sebaiknya jangan menambah dosa lagi dengan menggugurkan kandungannya. b) Musyawarah dengan keluarga kedua belah pihak. Mereka berdua harus berani mengungkapkan segala titik permasalahannya pada keluarga mereka, karena keluarga dapat membantu dalam mencarikan solusi. Akan tetapi, musyawarah harus dilakukan secara kekeluargaan damai. c) Berhenti mengkonsumsi jamu peluruh kandungan. Sebaiknya konsumsi jamu peluruh kandungan dihentikan, sebab dapat sangat membahayakan kondisi kesehatan janin maupun Ibunya. Dalam kasus ini janin tidak berhasil digugurkan, kemungkinan besar jika Dia terus mengkonsumsi jamu tersbut, maka bayinya akan mengalami kecacatan. d) Menikahkan kedua mahasiswa tersebut. Hal ini dapat dilakukan jika diperbolehkan dalam agama yang mereka anut masing-masing. Akan tetapi jika dalam agama mereka tidak diperbolehkan, maka keputusan diserahkan kepada keluarga mereka. Daftar Pustaka  http://tausyiah275.blogsome.com/2006/08/17/pernikahan-beda-agama-kasus-lelaki-muslim-perempuan-non-muslim/  http://www.scribd.com/doc/2359055/BAGAIMANA-MENGAPA-GEJALA-SOSIAL-TERJADI-

No comments: